Berpose Penuh Ekspresi Di Perwira Art Museum, Usman Jannatin City Park Purbalingga

by - September 10, 2017

“Nte, aku kebablasan. Ini udah sampai terminal purbalingga.” Budey mengabarkan dari seberang telepon sana.

“Kok bisa kebablasan si? Tidur pasti ya?” jawabku agak kesal. Kebiasaan budey saat naik kendaraan umum adalah tidur. Bahkan jarak dekatpun dia bisa tertidur.

“Yaudah, sekarang naik angkot dari terminal. Cari angkot arah kota. Terus turun di depan taman usman jannatin langsung. Nanti aku nyusul kesana. Ini masih ambil helm.” Instruksiku kepadanya yang disusul dengan jawaban setuju. Sabtu siang, beberapa minggu yang lalu kami nge-date seperti biasa. Kali ini sebenarnya tanpa direncanakan. Tiba-tiba saja ada penawaran kemudian ada persetujuan. Aku yang siang itu memang sedang ada pekerjaan di kota memilih untuk menunggu budey di kota saja.


Taman Kota Usman Jannatin Purbalingga. Dulu sudah pernah nge-date disana memang, tapi kali ini tujuannya berbeda. Perwira Art Museum, sebuah wisata Tiga Dimensi (3D) yang baru di kawasan taman Usman Jannatin Purbalingga. Perwira Art, nama yang sama dengan slogan Kota Purbalingga, yaitu Perwira. Terletak di Jalan A. Yani no. 57, Purbalingga atau tepatnya di dalam kawasan Taman Kota Usman Jannatin.

Untuk masuk ke dalam taman usman jannatin kita hanya perlu membayar parkir, sedangkan untuk masuk ke dalam perwira museum art pengunjung dikenakan tiket masuk sebesar Rp 25.000 saat weekday dan Rp 30.000 saat weekend. 

“Silahkan sepatunya dilepas mba, kemudian letakkan di rak sepatu yang sudah disediakan.” Sapa seorang petugas yang menunggu pintu masuk. Pengunjung diharuskan melepas alas kaki saat masuk ke dalam museum, kebayang bersihnya kan?

Lagi ngepasin angel. Gak pas2. 😂

Ngeteh duluuu 🍵
Udara dingin AC langsung terasa saat memasuki ruangan. Waahhh, begitu masuk rasanya langsung pingin pepotoan, naluri narsisnya langsung keluar. Hahaha Kami langsung menuju spot foto yang bertemakan Jepang. Yaa gimana, hasrat untuk ke Jepang belum kesampaian sampai sekarang. Hihihi Kami langsung memakai kimono Jepang yang sudah di sediakan disana. Kemudian mengatur kamera dengan tripodnya. Nah, ini adalah bagian yang membuat dilema.


Saat akan foto sesion berdua tapi apadaya tripod kurang tinggi. Minta tolong difotokan orang kok ya nggak enak kalau berkali-kali. Saat itulah seorang pahlawan datang. Ya, salah satu petugas museum datang menghampiri kami, mungkin karena dia bisa membaca kebingungan di wajah dan gerak-gerik kami. 😂

“gimana mba, sudah bisa fotonya?” sapanya ramah.
“belum nih, Mas, tripodnya kurang tinggi” jawab kami menjelaskan. Kemudian mas petugas menawarkan untuk membantu. Baik banget kan?? Selain membantu mengambil gambar, mas petugas pun membantu mengarahkan kami bagaimana berpose yang pas di masing-masing area, sampai semua area “tersentuh” tanpa kecuali.

Terkurung dalam botol 😁
Kebayang kalau tidak ada Mas petugas itu. Kacau, posenya mau bagaimana juga bingung.
Ini ngapain merem2 siihh 😑
Anneyonghaseooo! 
Selain ada spot Jepang, ada juga spot Korea lengkap dengan pakaian tradisionalnya, Hanbok. Yang kurang di area Korea hanya satu, tidak ada Oppa ganteng yang standby disana. Hahaha Ngarep banget ada Oppa gantengnya biar bisa pose bareng kayak di drama-drama Korea.😂😂

Lagi pillow talk tiba2 bumi terbalik 😂

Nah, yang diatas itu ada di area rumah terbalik. Lihat ada yang aneh tidak dalam foto itu? Coba perhatikan baik-baik. Foto di area rumah terbalik ini bisa dibilang gagal.


Ruangan diatas juga ada di dalam Perwira Art Museum. Kita akan melihat duplikat-duplikat tubuh kita dari berbagai macam sisi. Keren kaaaan.
Berakhir dengan lunch di Paris. 🙈🙈
Selain foto-foto diatas, ada juga foto-foto 3D para tokoh Kota Purbalingga, yaitu Bupati dan Wakil Bupati Purbalingga. Dan juga foto 3D Gubernur Jawa Tengah Bapak Ganjar Pranowo. Bagi warga Purbalingga dan sekitarnya, yuk narsis-narsisan di Perwira Art Museum Purbalingga! Dijamin asyik. Bisa ajak keluarga, teman-teman, pacar, suami, istri, boleh ajak mantan jugaa tapi jangan sama pacar barunya ya. 🙊🙊

You May Also Like

1 komentar

  1. Mbaak, itu tolong dikondisikan kalau makan, ya. Pakai tangan kanan, please. :D Kapan minggat lagiii, Nte? :D

    BalasHapus