Jelajah Dieng: Dari Wisata Sampai Oleh-oleh Khas Dieng

by - November 30, 2016

Di Hyang. Yang berarti daerah pengunungan  tempat para dewa dan dewi bersemayam. Adalah makna dari kata dari Dieng.

Tiba di hari ketiga atau hari terakhir kegiatan Blogger Trip Plesir Maring Banjarnegara. Jadwal kegiatan hari terakhir adalah muter-muter jelajah Kawasan Dieng.
Dimulai dari Bukit Scotter, Museum  Kailasa Dieng, Kawah Sikidang dan Komplek Candi.

Bukit Scotter. Adalah salah satu bukit dimana kita bisa melihat matahari terbit atau tenggelam dan landscape yang menawan dari atas bukit. Hari itu kami para blogger mulai mendaki pukul 05 lebih. Karena jalanku yang begitu lambat akhirnya aku ketinggalan jauh dari mereka. Walaupun tidak bisa menyaksikan indahnya sunrise pagi itu tapi ada banyak pemandangan yang sukses membuatku selfie berkali-kali. hahhaha 








Gardu pandang di Bukit Scotter

Setelah puas menikmati keindahan landscape dari Bukit Scotter, kami pun turun bukit. kemudian beristirahat di penginapan sebentar sebelum melanjutkan jelajah selanjutnya. Sekitar pukul 10 kami melanjutkan jelajah selanjutnya. Yaitu menuju Museum Kailasa Dieng.

Museum Kailasa Dieng. Museum ini berisi tentang informasi peradaban masyarakat dieng. Di dalam museum ini terdapat banyak sekali arca-arca dalam Agama Hindu, salah satunya adalah arca dewa utama di Dieng, yaitu Siwa. Ada pula arca Lingga-Yoni, Nandi, arca dewa ganesha dan masih banyak lagi. 

Di Museum Kailasa ini kita juga dapat menonton film tentang terjadinya candi. Jangan pernah ragu masuk museum ya? Karena di Museum kita bisa menemukan banyak sekali ilmu, pengetahuan sejarah tentang berbagai macam hal.

beberapa arca yang terdapat di dalam Museum Kailasa Dieng

Kawah Sikidang. Menjadi destinasi selanjutnya setelah Museum Kailasa. Nama Sikidang ini diambil karena sesuai dengan karakteristik kawah yang dapat berpindah dari satu tempat ke tempat yang lain seperti kijang. Bau belerang sudah menyengat di hidung ketika baru berada di pintu masuk. Maka diharap para wisatawan untuk menggunakan masker. Melihat letupan-letupan kawah disini agak membuatku ngeri. Tau tiba-tiba kawahnya berpindah disampingku. 😃

Di area kawah ini sekarang sudah beroperasi wahana flying fox untuk memudahkan para wisatawan menuju area kawah terbesar di Kawah Sikidang ini.

Tujuan terakhir, Kompleks Candi Arjuna. Memang tidak sebesar Candi Borobudur atau Candi Prambanan. Tapi candi-candi disini mempunyai nilai sejaraha yang sama kuatnya dengan candi-candi lainnya. 

Candi Arjuna, Candi Srikandi, Candi Puntadewa, dan Candi Sembadra adalah candi-candi yang berada di Kompleks Candi Arjuna deret sebelah timur. Sedangkan deret sebelah barat hanya ada satu candi yaitu Candi Semar.

Dalam film terjadinya Candi yang diputar di Museum Kailasa, di Dataran Dieng pernah ditemukan 18 situs, namun sekarang hanya tinggal 8 bangunan yang utuh.



Kompleks Cnadi Arjuna

Setelah menjelajahi beberapa tempat di Dieng,  para Blogger diajak ke pusat oleh-oleh Tri Sakti. Yaaa, namanya juga jalan-jalan, nggak afdhol kalau pulang tanpa oleh-oleh kan? hihihi

Carica, Terong Belanda, Keripik Kentang, Purwaceng, Keripik Jamur, dan masih lain sebagainya adalah oleh-oleh khas dataran tinggi dieng. Dan jelajah Dieng pun berakhir disiniii.







Masing-masing dari mereka memiliki khasiat yang berbeda. Emmm...tentang oleh-oleh khas Dataran Tinggi Dieng semoga besok-besok bisa aku tulis lebih detail lagi di blog ini. 😅

Banyak sekali yang aku dapatkan dari Jelajah Dieng hari itu. Semoga lain kali, secepatnya, bisa ke Dieng lagi. menikmati suasana Dieng yang begitu sejuuuk.

You May Also Like

4 komentar

  1. saya masih bingung menyeutkan carica, apakah hanya "carica" atau "karika"?

    BalasHapus
  2. sdh lama gak ke dieng lagi...
    maunya si pas liburan nanti hehe

    BalasHapus
  3. Wah baru tau kalau di dieng ada bukit scotter >_<

    BalasHapus
  4. oleh-oleh di trisakti beragam dan enak-enak

    BalasHapus