Pantai Pangandaran, Jawa Barat.

Objek wisata ini menjadi salah satu destinasi pantai di Jawa Barat ini terletak di Desa Pananjung Kecamatan Pangandaran dengan jarak ± 92 km arah selatan kota Ciamis. Sebentuk Pantai pasir putih yang berdekatan dengan Taman Wisata Alam (TWA) dan atau Cagar Alam Pananjung.

Telaga Merdada, Dieng, Wonosobo, Jawa Tengah.

Sebentuk Telaga terluas di Dataran Tinggi Dieng yang terletak di Desa Karang Tengah, Kecamatan Batur, Kabupaten Banjarnegara. View ini didapat dari atas Bukit Pangonan.

Benteng Van Der Wijck, Gombong, Jawa Tengah

Sebentuk Benteng yang didominasi dengan warna merah bata ini merupakan benteng pertahanan Hindia-Belanda yang dibangun pada abad ke 18. Benteng ini terletak di Gombong, sekitar 25 km sebelah barat dari Ibukota kabupaten Kebumen, Jawa Tengah.

Sunrise Pantai Pangandaran, Jawa Barat

Dari pintu masuk, tepatnya Pantai sebelah timur wisatawan bisa menikmati Sunrise jingga yang begitu memesona. Wisatawan juga bisa sarapan di tepi pantai. Sarapan nasi kuning dengan lauk peyek udang.

Gunung Prau, Dieng, Wonosobo, Jawa Tengah.

Sebentuk gunung yang kini makin diburu para pendaki ini berada di Dataran Tinggi Dieng tepat di perbatasan Kabupaten Kendal dengan Kabupaten Wonosobo, Jawa Tengah.Untuk mencapai puncak Gunung Prahu, para pendaki bisa memilih tiga alternatif jalur pendakian. Adalah melalui jalur Dieng, Patakbanteng, dan atau Kendal.

TEST

Jelajah Dieng: Dari Wisata Sampai Oleh-oleh Khas Dieng

Di Hyang. Yang berarti daerah pengunungan  tempat para dewa dan dewi bersemayam. Adalah makna dari kata dari Dieng.

Tiba di hari ketiga atau hari terakhir kegiatan Blogger Trip Plesir Maring Banjarnegara. Jadwal kegiatan hari terakhir adalah muter-muter jelajah Kawasan Dieng.
Dimulai dari Bukit Scotter, Museum  Kailasa Dieng, Kawah Sikidang dan Komplek Candi.

Bukit Scotter. Adalah salah satu bukit dimana kita bisa melihat matahari terbit atau tenggelam dan landscape yang menawan dari atas bukit. Hari itu kami para blogger mulai mendaki pukul 05 lebih. Karena jalanku yang begitu lambat akhirnya aku ketinggalan jauh dari mereka. Walaupun tidak bisa menyaksikan indahnya sunrise pagi itu tapi ada banyak pemandangan yang sukses membuatku selfie berkali-kali. hahhaha 








Gardu pandang di Bukit Scotter

Setelah puas menikmati keindahan landscape dari Bukit Scotter, kami pun turun bukit. kemudian beristirahat di penginapan sebentar sebelum melanjutkan jelajah selanjutnya. Sekitar pukul 10 kami melanjutkan jelajah selanjutnya. Yaitu menuju Museum Kailasa Dieng.

Museum Kailasa Dieng. Museum ini berisi tentang informasi peradaban masyarakat dieng. Di dalam museum ini terdapat banyak sekali arca-arca dalam Agama Hindu, salah satunya adalah arca dewa utama di Dieng, yaitu Siwa. Ada pula arca Lingga-Yoni, Nandi, arca dewa ganesha dan masih banyak lagi. 

Di Museum Kailasa ini kita juga dapat menonton film tentang terjadinya candi. Jangan pernah ragu masuk museum ya? Karena di Museum kita bisa menemukan banyak sekali ilmu, pengetahuan sejarah tentang berbagai macam hal.

beberapa arca yang terdapat di dalam Museum Kailasa Dieng

Kawah Sikidang. Menjadi destinasi selanjutnya setelah Museum Kailasa. Nama Sikidang ini diambil karena sesuai dengan karakteristik kawah yang dapat berpindah dari satu tempat ke tempat yang lain seperti kijang. Bau belerang sudah menyengat di hidung ketika baru berada di pintu masuk. Maka diharap para wisatawan untuk menggunakan masker. Melihat letupan-letupan kawah disini agak membuatku ngeri. Tau tiba-tiba kawahnya berpindah disampingku. 😃

Di area kawah ini sekarang sudah beroperasi wahana flying fox untuk memudahkan para wisatawan menuju area kawah terbesar di Kawah Sikidang ini.

Tujuan terakhir, Kompleks Candi Arjuna. Memang tidak sebesar Candi Borobudur atau Candi Prambanan. Tapi candi-candi disini mempunyai nilai sejaraha yang sama kuatnya dengan candi-candi lainnya. 

Candi Arjuna, Candi Srikandi, Candi Puntadewa, dan Candi Sembadra adalah candi-candi yang berada di Kompleks Candi Arjuna deret sebelah timur. Sedangkan deret sebelah barat hanya ada satu candi yaitu Candi Semar.

Dalam film terjadinya Candi yang diputar di Museum Kailasa, di Dataran Dieng pernah ditemukan 18 situs, namun sekarang hanya tinggal 8 bangunan yang utuh.



Kompleks Cnadi Arjuna

Setelah menjelajahi beberapa tempat di Dieng,  para Blogger diajak ke pusat oleh-oleh Tri Sakti. Yaaa, namanya juga jalan-jalan, nggak afdhol kalau pulang tanpa oleh-oleh kan? hihihi

Carica, Terong Belanda, Keripik Kentang, Purwaceng, Keripik Jamur, dan masih lain sebagainya adalah oleh-oleh khas dataran tinggi dieng. Dan jelajah Dieng pun berakhir disiniii.







Masing-masing dari mereka memiliki khasiat yang berbeda. Emmm...tentang oleh-oleh khas Dataran Tinggi Dieng semoga besok-besok bisa aku tulis lebih detail lagi di blog ini. 😅

Banyak sekali yang aku dapatkan dari Jelajah Dieng hari itu. Semoga lain kali, secepatnya, bisa ke Dieng lagi. menikmati suasana Dieng yang begitu sejuuuk.
Di Hyang. Yang berarti daerah pengunungan  tempat para dewa dan dewi bersemayam. Adalah makna dari kata dari Dieng.

Tiba di hari ketiga atau hari terakhir kegiatan Blogger Trip Plesir Maring Banjarnegara. Jadwal kegiatan hari terakhir adalah muter-muter jelajah Kawasan Dieng.
Dimulai dari Bukit Scotter, Museum  Kailasa Dieng, Kawah Sikidang dan Komplek Candi.

Bukit Scotter. Adalah salah satu bukit dimana kita bisa melihat matahari terbit atau tenggelam dan landscape yang menawan dari atas bukit. Hari itu kami para blogger mulai mendaki pukul 05 lebih. Karena jalanku yang begitu lambat akhirnya aku ketinggalan jauh dari mereka. Walaupun tidak bisa menyaksikan indahnya sunrise pagi itu tapi ada banyak pemandangan yang sukses membuatku selfie berkali-kali. hahhaha 








Gardu pandang di Bukit Scotter

Setelah puas menikmati keindahan landscape dari Bukit Scotter, kami pun turun bukit. kemudian beristirahat di penginapan sebentar sebelum melanjutkan jelajah selanjutnya. Sekitar pukul 10 kami melanjutkan jelajah selanjutnya. Yaitu menuju Museum Kailasa Dieng.

Museum Kailasa Dieng. Museum ini berisi tentang informasi peradaban masyarakat dieng. Di dalam museum ini terdapat banyak sekali arca-arca dalam Agama Hindu, salah satunya adalah arca dewa utama di Dieng, yaitu Siwa. Ada pula arca Lingga-Yoni, Nandi, arca dewa ganesha dan masih banyak lagi. 

Di Museum Kailasa ini kita juga dapat menonton film tentang terjadinya candi. Jangan pernah ragu masuk museum ya? Karena di Museum kita bisa menemukan banyak sekali ilmu, pengetahuan sejarah tentang berbagai macam hal.

beberapa arca yang terdapat di dalam Museum Kailasa Dieng

Kawah Sikidang. Menjadi destinasi selanjutnya setelah Museum Kailasa. Nama Sikidang ini diambil karena sesuai dengan karakteristik kawah yang dapat berpindah dari satu tempat ke tempat yang lain seperti kijang. Bau belerang sudah menyengat di hidung ketika baru berada di pintu masuk. Maka diharap para wisatawan untuk menggunakan masker. Melihat letupan-letupan kawah disini agak membuatku ngeri. Tau tiba-tiba kawahnya berpindah disampingku. 😃

Di area kawah ini sekarang sudah beroperasi wahana flying fox untuk memudahkan para wisatawan menuju area kawah terbesar di Kawah Sikidang ini.

Tujuan terakhir, Kompleks Candi Arjuna. Memang tidak sebesar Candi Borobudur atau Candi Prambanan. Tapi candi-candi disini mempunyai nilai sejaraha yang sama kuatnya dengan candi-candi lainnya. 

Candi Arjuna, Candi Srikandi, Candi Puntadewa, dan Candi Sembadra adalah candi-candi yang berada di Kompleks Candi Arjuna deret sebelah timur. Sedangkan deret sebelah barat hanya ada satu candi yaitu Candi Semar.

Dalam film terjadinya Candi yang diputar di Museum Kailasa, di Dataran Dieng pernah ditemukan 18 situs, namun sekarang hanya tinggal 8 bangunan yang utuh.



Kompleks Cnadi Arjuna

Setelah menjelajahi beberapa tempat di Dieng,  para Blogger diajak ke pusat oleh-oleh Tri Sakti. Yaaa, namanya juga jalan-jalan, nggak afdhol kalau pulang tanpa oleh-oleh kan? hihihi

Carica, Terong Belanda, Keripik Kentang, Purwaceng, Keripik Jamur, dan masih lain sebagainya adalah oleh-oleh khas dataran tinggi dieng. Dan jelajah Dieng pun berakhir disiniii.







Masing-masing dari mereka memiliki khasiat yang berbeda. Emmm...tentang oleh-oleh khas Dataran Tinggi Dieng semoga besok-besok bisa aku tulis lebih detail lagi di blog ini. 😅

Banyak sekali yang aku dapatkan dari Jelajah Dieng hari itu. Semoga lain kali, secepatnya, bisa ke Dieng lagi. menikmati suasana Dieng yang begitu sejuuuk.
/>

D'Qiano Hot Spring Waterpark, Dieng

Bermain air di Waterpark sudah biasa. Nah, kalau yang ini Waterparknya luaar biasaaah.

D’Qiano Waterpark, sebuah waterpark yang berada di ketinggian  2000 mdpl. Tepatnya di Desa Kepakisan, Kecamatan Batur, Kabupaten Banjarnegara. Atau lebih jelasnya, Waterpark ini berada di kawasan Dataran Tinggi Dieng.

D'Qiano tampak dari depan. Pict by www.kulinerwisata.com

Koq ada Waterpark di daerah yang suhunya seringkali minus?Dingin-dingin ngapain main air? Nanti tambah menggigil, nanti masuk angin, mending main yang lain” begitulah kira-kira kalimat yang muncul saat tahu ada waterpark di Dataran Tinggi Dieng. Yaiyalaaahh, mereka belum tahu pasti bagaimana kondisi waterparknya.



Waterpark yang terletak di dataran tinggi yang suhunya seringkali minus ini menjadi sensasi tersendiri bagi wisatawan. Dan kabar baiknya adalah air yang ada di dalam kolam waterpark di D’Qiano ini panas. PANAS kakaaaa!

kolam waterpark lengkap dengan aneka permainan dan pemandangan kabut.

Panas air di kolam merupakan panas alami yang bercampur dengan belerang dari Kawah Sileri yang terletak tidak jauh dari lokasi waterpark. Jadi, tidak usah takut masuk angin. Bahkan, berendam disini dipercaya bisa meringankan berbagai penyakit, karena kandungan belerang yang ada pada airnya.


Kawah Sileri. @olipe_oile On Instagram


Harga tiket masuk untuk dewasa dibandrol dengan harga 20 ribu rupiah, sedangkan untuk anak-anak cukup 15 ribu rupiah saja.

Beberapa wahana permainan seperti ember tumpah, air mancur, perosotan, seluncuran, bisa kita temui disini dengan warna-warni yang memikat. Anak-anak bisa bermain dengan cerianya.

wahana ember tumpeeehh :D
Selain kolam permainan untuk anak-anak, ada juga kolam untuk orang dewasa. Semi Olimpyc gitu, tapi, mungkin karena tingkat kedalaman yang berbeda dan lebih jarang dipakai jadi suhu yang ada di kolam dewasa lebih panas dibandingkan kolam permainan anak-anak. Kolam arus, kolam refleksi dan kolam Keceh/Balita pun bisa anda dinikmati di D’Qiano ini.

Panaas reeek


Kolam untuk dewasa

Nilai plus dari D’Qiano ini adalah kebersihannya. Toilet maupun ruang ganti disana begitu bersih, nyaman. Jadi tidak risih ketika menggunakannya, dan sedap bila memandangnya.

toilet waterpark


pernah nyasar di ruang ganti ini malam2 tanpa cahaya sedikitpun. :(
Selain kebersihan waterpark ini, adanya penginapan di D'Qiano juga menambah nilai plus. Penginapan dengan dua tipe kamar yaitu double room dan single room. Penginapan ini juga dilengkapi dengan berbagai fasilitas seperti water heater dan televisi. 

salah satu kamar di penginapan d'qiano. Pict by www.kuinerwisata.com

Tertarik untuk mencoba panas dinginnya D’Qiano dan menginap di penginapannya? Yuuukk...segera reservasi! 

  
D'Qiano Hot Spring Waterpark.


  • Alamat: Desa Kepakisan, Kecamatan Batur, Kabupaten Banjarnegara, Jawa Tengah.
  • Phone : 0813-2999-2339
Bermain air di Waterpark sudah biasa. Nah, kalau yang ini Waterparknya luaar biasaaah.

D’Qiano Waterpark, sebuah waterpark yang berada di ketinggian  2000 mdpl. Tepatnya di Desa Kepakisan, Kecamatan Batur, Kabupaten Banjarnegara. Atau lebih jelasnya, Waterpark ini berada di kawasan Dataran Tinggi Dieng.

D'Qiano tampak dari depan. Pict by www.kulinerwisata.com

Koq ada Waterpark di daerah yang suhunya seringkali minus?Dingin-dingin ngapain main air? Nanti tambah menggigil, nanti masuk angin, mending main yang lain” begitulah kira-kira kalimat yang muncul saat tahu ada waterpark di Dataran Tinggi Dieng. Yaiyalaaahh, mereka belum tahu pasti bagaimana kondisi waterparknya.



Waterpark yang terletak di dataran tinggi yang suhunya seringkali minus ini menjadi sensasi tersendiri bagi wisatawan. Dan kabar baiknya adalah air yang ada di dalam kolam waterpark di D’Qiano ini panas. PANAS kakaaaa!

kolam waterpark lengkap dengan aneka permainan dan pemandangan kabut.

Panas air di kolam merupakan panas alami yang bercampur dengan belerang dari Kawah Sileri yang terletak tidak jauh dari lokasi waterpark. Jadi, tidak usah takut masuk angin. Bahkan, berendam disini dipercaya bisa meringankan berbagai penyakit, karena kandungan belerang yang ada pada airnya.


Kawah Sileri. @olipe_oile On Instagram


Harga tiket masuk untuk dewasa dibandrol dengan harga 20 ribu rupiah, sedangkan untuk anak-anak cukup 15 ribu rupiah saja.

Beberapa wahana permainan seperti ember tumpah, air mancur, perosotan, seluncuran, bisa kita temui disini dengan warna-warni yang memikat. Anak-anak bisa bermain dengan cerianya.

wahana ember tumpeeehh :D
Selain kolam permainan untuk anak-anak, ada juga kolam untuk orang dewasa. Semi Olimpyc gitu, tapi, mungkin karena tingkat kedalaman yang berbeda dan lebih jarang dipakai jadi suhu yang ada di kolam dewasa lebih panas dibandingkan kolam permainan anak-anak. Kolam arus, kolam refleksi dan kolam Keceh/Balita pun bisa anda dinikmati di D’Qiano ini.

Panaas reeek


Kolam untuk dewasa

Nilai plus dari D’Qiano ini adalah kebersihannya. Toilet maupun ruang ganti disana begitu bersih, nyaman. Jadi tidak risih ketika menggunakannya, dan sedap bila memandangnya.

toilet waterpark


pernah nyasar di ruang ganti ini malam2 tanpa cahaya sedikitpun. :(
Selain kebersihan waterpark ini, adanya penginapan di D'Qiano juga menambah nilai plus. Penginapan dengan dua tipe kamar yaitu double room dan single room. Penginapan ini juga dilengkapi dengan berbagai fasilitas seperti water heater dan televisi. 

salah satu kamar di penginapan d'qiano. Pict by www.kuinerwisata.com

Tertarik untuk mencoba panas dinginnya D’Qiano dan menginap di penginapannya? Yuuukk...segera reservasi! 

  
D'Qiano Hot Spring Waterpark.


  • Alamat: Desa Kepakisan, Kecamatan Batur, Kabupaten Banjarnegara, Jawa Tengah.
  • Phone : 0813-2999-2339
/>

Pinggir Kali Serayu Yang Bikin Candu

Hari pertama, 14 November 2016


Aku dan 19 Blogger lainnya menghadiri acara Blogger Trip Banjarnegara yang diadakan oleh Dinas Pariwisata Banjarnegara.

The Pikas, adalah tempat yang pertama kami kunjungi, sekaligus tempat untuk menginap pada malam pertama. Ini bukan pertama kalinya aku menginjakkan kaki di The Pikas. Beberapa kali aku menjadikan The Pikas tempat nongki-nongki cantik sekaligus makan siang bareng teman-teman SMA,. Reuni kecil gitu. Ya, Banjarnegara adalah kota dimana aku menghabiskan masa-masa SMAku.😉

Sesampainya di The Pikas, suasana pedesaan langsung terasa. Suara gemuruh Kali Serayu, dan area The Pikas yang di dominasi warna hijau bikin langsung betah. Betah bangeeeetttt!


Suasana hijau The Pikas


FYI, nama The Pikas adalah singkatan dari “Pinggir Kali Serayu”. Karena tempatnya yang memang berada di pinggir kali serayu.

Kami langsung menuju lumbir masing-masing dengan diantar oleh karyawan The Pikas yang ramah. Aku dan 7 Blogger perempuan lainnya menempati satu lumbir, yaitu lumbir 2. Fasilitas di lumbir ini cukup lengkap. Lengkap dengan kasur busa, selimut, kamar mandi dalam, air mineral dan sarapan.


Di The Pikas Resort ini tersedia berbagai cottage lumbir dengan kapasitas berbeda-beda. Dimulai dari yang berisi 2 orang samapi 7 orang. Dengan kisaran harga Rp 400.000-Rp 750.000/lumbir. Harga yang cukup terjangkau kalau menginap rame-rame kan?
 


Malam hari acara pertama pun dimulai. Yaitu ramah tamah dari Dinas Budpar Banjarnegara dan The Pikas, serta pembukaan Blogger Trip Banjarnegara secara resmi oleh Bapak Kepala Dinas Budaya dan Pariwisata Kabupaten Banjarnegara. Sekitar pukul 22.00 acara selesai dan kami kembali ke lumbir masing-masing untuk istirahat. Karena besok satu persatu trip akan dimulai. Dimulai dengan satu olahraga ekstrim, yaitu Arung Jeram! Uyeahhhh


 ***



Hari kedua, 15 November 2016 



Sedari pagi, hujan mengguyur daerah Banjarnegara. The Pikas khususnya, tempat menginap sekaligus start point arung jeram pagi itu. Kabar bahwa arung jeram akan dibatalkan pun sempat terdengar di telinga. Lha gimana, hujan.
Namun kabar burung itu terpatahkan. Sekitar pukul 09.00 wib, ada instruksi untuk para Blogger agar bersiap-siap karena arung jeram akan segera dilaksanakan. beuhhh!

Ini adalah kali pertama aku terjun untuk Arung Jeram. Biasanya mah cuma mengarungi luasnya hatimu. hihihi 😁
Jangan tanya gimana rasanya. Deg-degan karena mau ketemu calon mertua aja lewaaatt. Fyuhhhh

"Ikut gak...ikut gak...ikut gak..." aku terus bertanya kepada diri sendiri, meyakinkan, memantapkan, hingga akhirnya aku bertekad bulat untuk mengikuti arung jeram. 

Setelah memakai jaket pelampung, helm, dan membawa dayung, kami di briefing agar mengetahui bagaimana aturan mainnya. Bagaimana cara memegang dayung yang benar, cara menyiram menolong teman dengan benar, serta aba-aba yang digunakan diatas perahu nanti.


Ada lima perahu yang turun pagi itu, empat perahu yang mengangkut Blogger lengkap dengan masing-masing pemandu dan satu perahu tim rescue. Ngeliat ada tim rescue deg-degan sedikit kendur. SEDIKIT. :D

Kami dibawa mengarungi Sungai Serayu oleh Banyu Woong Adventure, operator Rafting yang sudah terjamin keamanannya. dengan para pemandu yang sudah begitu mahir, berpengalaman dan bersertifikat. jadi tidak perlu khawatir. Kami mengambil paket Rafting yang start pointnya dari The Pikas Resort dan finish point di Surya Yudha Park, dengan jarak 10 KM dan waktu tempuh kurang lebih 2.5 jam.

Mas Topan, Mas fandy, Mba Pungky dan Aku berada di satu perahu, dengan satu pemandu bernama Mas Wanto. 
satu persatu dari kami memasuki perahu. Mas Topan dan Mas Fandy ada di bagian depan, Aku dan Mba Pungky ada di belakang mereka, sedangkan Mas Pemandu ada di bagian ekor. 

Air tenang, menghanyutkan 😂
Di bawah rinai hujan, perahu kami mulai berjalan. Ketika sudah diatas perahu, jangankan inget-inget gebetan, cara megang dayung yang benar aja nggak ingat! Oh God!

"Koq lama-lama enak sih.." sedikit demi sedikit ketakutanku berganti menjadi rasa nyaman. Lha gimana, Mas Pemandunya bikin nyamaaan. *eh
 
Keseruan dimulai


Sadar kamera sendiri 😍
"ayo dayung majuu.... satuu...dua...tigaa..."  Mas pemandu mulai memberikan aba-aba. Ketika akan menabrak jeram, Mas pemandu meneriakkan "boom!" aba-aba agar kita masuk kedalam perahu. Ini yang seru, ketika kita menabrak jeram, perahu bergoyang-goyang, dan air nyiram kemana-mana, termasuk ke mulut. Seruuu banget pokoknya. Ketakutanku pun sudah 100% hilang, berganti menjadi keseruan. :D

Pikas..! Pikas! Pikaaass!” teriakan dari perahu kertas tetangga terdengar begitu cetar membahana. 

"Heboh banget, dasar anak komplek.” Gumam Mas Topan bercanda menanggapi kehebohan perahu tetangga yang di dominasi suara Om Abi itu. Kalo mereka anak komplek kita ini anak apa, Mas? :D

Anak komplek yang super heboh
Di tengah perjalanan mengarungi sungai, Mas pemandu menawarkan kepada kami untuk nyebur, berenang bebas di sungai. Tapi tidak boleh terlalu jauh dari perahu. 

Satu persatu dari kami pun melompat dari atas perahu untuk berenang bebas. 
Mas Topan, disusul oleh Mba Pungky, kemudian Mas Fandy. Tersisa dua orang yang ada diatas perahu. Yaitu Aku dan Mas Pemandu. Sejenak aku merasa perahu ini milik berdua. wkwkwkk

2.5 jam terasa begitu cepat. Nggak kerasaa, mungkin karena aku begitu menikmatinya. Ketika bangunan Surya Yudha Park yang menjadi finish point kami sudah mulai nampak, Mas pemandu menginformasikan kalau kami akan segera sampai.

"Mas, kita lanjut lagi aja dulu ke depan, belum pingin turun nihh..duhh." pintaku.

"Boleh, tapi mba nya sendirian yaa." Mas pemandu tega banget ngomong kayak gitu. 😠Kemudian Mas Pemandu menjelaskan kalau di depan ada semacam pusaran air atau apa tepatnya, yang jika perahu kita masuk kesana akan berputar-putar dan susah untuk keluar.

Akhirnya satu persatu dari kami turun dari atas perahu. Sesampainya di finish point ternyata sudah disiapkan Mendoan hangat dan kelapa muda untuk kami. Nikmatnyaaaahhh

Arung Jeram di bawah rinai hujan bersama Banyu Woong sukses membuatku bahagia! Pingin Arung Jeram lagiiiiiii. 😍

The Pikas Resort

  • Jl. Raya Madukara, Desa Kutayasa, Kecamatan Madukara, Kabupaten Banjarnegara.
  • Reservasi: Banyu Woong Adventure


Hari pertama, 14 November 2016


Aku dan 19 Blogger lainnya menghadiri acara Blogger Trip Banjarnegara yang diadakan oleh Dinas Pariwisata Banjarnegara.

The Pikas, adalah tempat yang pertama kami kunjungi, sekaligus tempat untuk menginap pada malam pertama. Ini bukan pertama kalinya aku menginjakkan kaki di The Pikas. Beberapa kali aku menjadikan The Pikas tempat nongki-nongki cantik sekaligus makan siang bareng teman-teman SMA,. Reuni kecil gitu. Ya, Banjarnegara adalah kota dimana aku menghabiskan masa-masa SMAku.😉

Sesampainya di The Pikas, suasana pedesaan langsung terasa. Suara gemuruh Kali Serayu, dan area The Pikas yang di dominasi warna hijau bikin langsung betah. Betah bangeeeetttt!


Suasana hijau The Pikas


FYI, nama The Pikas adalah singkatan dari “Pinggir Kali Serayu”. Karena tempatnya yang memang berada di pinggir kali serayu.

Kami langsung menuju lumbir masing-masing dengan diantar oleh karyawan The Pikas yang ramah. Aku dan 7 Blogger perempuan lainnya menempati satu lumbir, yaitu lumbir 2. Fasilitas di lumbir ini cukup lengkap. Lengkap dengan kasur busa, selimut, kamar mandi dalam, air mineral dan sarapan.


Di The Pikas Resort ini tersedia berbagai cottage lumbir dengan kapasitas berbeda-beda. Dimulai dari yang berisi 2 orang samapi 7 orang. Dengan kisaran harga Rp 400.000-Rp 750.000/lumbir. Harga yang cukup terjangkau kalau menginap rame-rame kan?
 


Malam hari acara pertama pun dimulai. Yaitu ramah tamah dari Dinas Budpar Banjarnegara dan The Pikas, serta pembukaan Blogger Trip Banjarnegara secara resmi oleh Bapak Kepala Dinas Budaya dan Pariwisata Kabupaten Banjarnegara. Sekitar pukul 22.00 acara selesai dan kami kembali ke lumbir masing-masing untuk istirahat. Karena besok satu persatu trip akan dimulai. Dimulai dengan satu olahraga ekstrim, yaitu Arung Jeram! Uyeahhhh


 ***



Hari kedua, 15 November 2016 



Sedari pagi, hujan mengguyur daerah Banjarnegara. The Pikas khususnya, tempat menginap sekaligus start point arung jeram pagi itu. Kabar bahwa arung jeram akan dibatalkan pun sempat terdengar di telinga. Lha gimana, hujan.
Namun kabar burung itu terpatahkan. Sekitar pukul 09.00 wib, ada instruksi untuk para Blogger agar bersiap-siap karena arung jeram akan segera dilaksanakan. beuhhh!

Ini adalah kali pertama aku terjun untuk Arung Jeram. Biasanya mah cuma mengarungi luasnya hatimu. hihihi 😁
Jangan tanya gimana rasanya. Deg-degan karena mau ketemu calon mertua aja lewaaatt. Fyuhhhh

"Ikut gak...ikut gak...ikut gak..." aku terus bertanya kepada diri sendiri, meyakinkan, memantapkan, hingga akhirnya aku bertekad bulat untuk mengikuti arung jeram. 

Setelah memakai jaket pelampung, helm, dan membawa dayung, kami di briefing agar mengetahui bagaimana aturan mainnya. Bagaimana cara memegang dayung yang benar, cara menyiram menolong teman dengan benar, serta aba-aba yang digunakan diatas perahu nanti.


Ada lima perahu yang turun pagi itu, empat perahu yang mengangkut Blogger lengkap dengan masing-masing pemandu dan satu perahu tim rescue. Ngeliat ada tim rescue deg-degan sedikit kendur. SEDIKIT. :D

Kami dibawa mengarungi Sungai Serayu oleh Banyu Woong Adventure, operator Rafting yang sudah terjamin keamanannya. dengan para pemandu yang sudah begitu mahir, berpengalaman dan bersertifikat. jadi tidak perlu khawatir. Kami mengambil paket Rafting yang start pointnya dari The Pikas Resort dan finish point di Surya Yudha Park, dengan jarak 10 KM dan waktu tempuh kurang lebih 2.5 jam.

Mas Topan, Mas fandy, Mba Pungky dan Aku berada di satu perahu, dengan satu pemandu bernama Mas Wanto. 
satu persatu dari kami memasuki perahu. Mas Topan dan Mas Fandy ada di bagian depan, Aku dan Mba Pungky ada di belakang mereka, sedangkan Mas Pemandu ada di bagian ekor. 

Air tenang, menghanyutkan 😂
Di bawah rinai hujan, perahu kami mulai berjalan. Ketika sudah diatas perahu, jangankan inget-inget gebetan, cara megang dayung yang benar aja nggak ingat! Oh God!

"Koq lama-lama enak sih.." sedikit demi sedikit ketakutanku berganti menjadi rasa nyaman. Lha gimana, Mas Pemandunya bikin nyamaaan. *eh
 
Keseruan dimulai


Sadar kamera sendiri 😍
"ayo dayung majuu.... satuu...dua...tigaa..."  Mas pemandu mulai memberikan aba-aba. Ketika akan menabrak jeram, Mas pemandu meneriakkan "boom!" aba-aba agar kita masuk kedalam perahu. Ini yang seru, ketika kita menabrak jeram, perahu bergoyang-goyang, dan air nyiram kemana-mana, termasuk ke mulut. Seruuu banget pokoknya. Ketakutanku pun sudah 100% hilang, berganti menjadi keseruan. :D

Pikas..! Pikas! Pikaaass!” teriakan dari perahu kertas tetangga terdengar begitu cetar membahana. 

"Heboh banget, dasar anak komplek.” Gumam Mas Topan bercanda menanggapi kehebohan perahu tetangga yang di dominasi suara Om Abi itu. Kalo mereka anak komplek kita ini anak apa, Mas? :D

Anak komplek yang super heboh
Di tengah perjalanan mengarungi sungai, Mas pemandu menawarkan kepada kami untuk nyebur, berenang bebas di sungai. Tapi tidak boleh terlalu jauh dari perahu. 

Satu persatu dari kami pun melompat dari atas perahu untuk berenang bebas. 
Mas Topan, disusul oleh Mba Pungky, kemudian Mas Fandy. Tersisa dua orang yang ada diatas perahu. Yaitu Aku dan Mas Pemandu. Sejenak aku merasa perahu ini milik berdua. wkwkwkk

2.5 jam terasa begitu cepat. Nggak kerasaa, mungkin karena aku begitu menikmatinya. Ketika bangunan Surya Yudha Park yang menjadi finish point kami sudah mulai nampak, Mas pemandu menginformasikan kalau kami akan segera sampai.

"Mas, kita lanjut lagi aja dulu ke depan, belum pingin turun nihh..duhh." pintaku.

"Boleh, tapi mba nya sendirian yaa." Mas pemandu tega banget ngomong kayak gitu. 😠Kemudian Mas Pemandu menjelaskan kalau di depan ada semacam pusaran air atau apa tepatnya, yang jika perahu kita masuk kesana akan berputar-putar dan susah untuk keluar.

Akhirnya satu persatu dari kami turun dari atas perahu. Sesampainya di finish point ternyata sudah disiapkan Mendoan hangat dan kelapa muda untuk kami. Nikmatnyaaaahhh

Arung Jeram di bawah rinai hujan bersama Banyu Woong sukses membuatku bahagia! Pingin Arung Jeram lagiiiiiii. 😍

The Pikas Resort

  • Jl. Raya Madukara, Desa Kutayasa, Kecamatan Madukara, Kabupaten Banjarnegara.
  • Reservasi: Banyu Woong Adventure


/>

Related Posts Plugin for WordPress, Blogger...

FOLLOW US ON INSTAGRAM