Pantai Pangandaran, Jawa Barat.

Objek wisata ini menjadi salah satu destinasi pantai di Jawa Barat ini terletak di Desa Pananjung Kecamatan Pangandaran dengan jarak ± 92 km arah selatan kota Ciamis. Sebentuk Pantai pasir putih yang berdekatan dengan Taman Wisata Alam (TWA) dan atau Cagar Alam Pananjung.

Telaga Merdada, Dieng, Wonosobo, Jawa Tengah.

Sebentuk Telaga terluas di Dataran Tinggi Dieng yang terletak di Desa Karang Tengah, Kecamatan Batur, Kabupaten Banjarnegara. View ini didapat dari atas Bukit Pangonan.

Benteng Van Der Wijck, Gombong, Jawa Tengah

Sebentuk Benteng yang didominasi dengan warna merah bata ini merupakan benteng pertahanan Hindia-Belanda yang dibangun pada abad ke 18. Benteng ini terletak di Gombong, sekitar 25 km sebelah barat dari Ibukota kabupaten Kebumen, Jawa Tengah.

Sunrise Pantai Pangandaran, Jawa Barat

Dari pintu masuk, tepatnya Pantai sebelah timur wisatawan bisa menikmati Sunrise jingga yang begitu memesona. Wisatawan juga bisa sarapan di tepi pantai. Sarapan nasi kuning dengan lauk peyek udang.

Gunung Prau, Dieng, Wonosobo, Jawa Tengah.

Sebentuk gunung yang kini makin diburu para pendaki ini berada di Dataran Tinggi Dieng tepat di perbatasan Kabupaten Kendal dengan Kabupaten Wonosobo, Jawa Tengah.Untuk mencapai puncak Gunung Prahu, para pendaki bisa memilih tiga alternatif jalur pendakian. Adalah melalui jalur Dieng, Patakbanteng, dan atau Kendal.

TEST

Sroto Klamud Toyareja, Purbalingga

Soto, Saoto, Sroto, Sauto, Coto, cukup beragam nama dari satu kuliner khas Indonesia yang satu ini. Soto ini seperti sup, hanya saja komposisinya berbeda, pun dengan kuahnya: ada yang bening, ada juga yang santan. 

Dari beragam nama, yang membedakan biasanya isi dari seporsi Soto. Mulai dari daging, sampai pada bumbu rempah-rempah yang kadang terasa banget.

Sroto yang mau aku bagikan di sini yaitu Sroto Klamud ToyarejaJika Jogjakarta punya Saoto Bathok Mbah Katro yang udah terkenal karena penyajiannya khas dan menarik, Purbalingga punya Sroto Klamud Toyareja yang tak kalah menarik, dan juga unik.


Perjalanan Menuju Sroto Klamud Toyareja
Lalu lintas Purbalingga kini makin ramai. Mungkin karena saat itu akhir pekan. Laju sepeda motor yang kunaiki bersama Raffa, ponakanku, tidak berani menambah kecepatan. Pelan-pelan, sok menikmati keramaian padahal was was juga karena boncengin anak kecil.


Untuk sampai warung Sroto ini sebenarnya cukup mudah. Hanya saja, Sroto Klamud Toyareja lokasinya tidak dekat dengan jalan raya. Dari jalan raya utama, masuk gang kira-kira lima menit jika menggunakan sepeda motor. Emmm...800 meter, mungkin.

Pas banget kami menggunakan sepeda motor karena tempat parkirnya belum begitu luas. Pun dengan warung Srotonya.

Seporsi Sroto Klamud Toyareja
Sroto Klamud Toyareja penyajiannya langsung dengan batok kelapa yang masih segar lengkap dengan serabutnya.

Kelapa muda tidak hanya menjadi minuman, melainkan menjadi tempat atau wadah seporsi Sroto Klamud Toyareja. Ini yang punya ide pinter ya. Mengurangi tenaga buat cuci mangkuk.


Satu porsi Sroto Klamud terdiri dari ketupat, irisan daging ayam atau sapi (by request), seledri, daun bawang, kecambah, kerupuk dan ditambah taburan kacang tanah yang sudah dihaluskan untuk menambah rasa gurih. Sedaaap.

Yang unik dari Sroto Klamud nih, selain ada irisan daging ayam atau sapi, ada juga irisan daging kelapa muda sebagai pengganti mie. Kebayang uniknya daging kelapa muda yang masuk ke dalam porsi Sroto, kan?

Sroto dengan campuran daging kelapa muda yang sudah direbus ini tidak hanya manis, tapi juga guriiiihhh. Daging kelapa mudanya menambah nikmat santap Sroto ketika dikunyah bebarengan dengan isian Sroto lainnya.


Lokasi Sroto Klamud Toyareja
Dari pusat kota tidak begitu jauh, kira-kira sepuluh menit. Langsung saja menuju Jl. Toyareja Rt 05 Rw 01, Purbalingga. 

Start dari arah kota ambil ke arah bancar,. Kemudian, dari lampu merah kedua pilih arah kiri. Setelahnya, masuk dan terus jalan sampai menjumpai pertigaan. Nah, dari pertigaan ini ambil arah kiri. Sroto Klamud Toyareja ada di kanan jalan.


Kalau kamu bingung, manfaatkan Google Maps, ya. Sroto Klamud Toyareja dapat dicari melalui google maps.

Harga dan Menu Lain
Harga seporsi Sroto Klamud Toyareja sebanding dengan Komposisi, dan inovasinya, yaitu Rp 18.000/porsi. 

Di sini tersedia menu Sroto lain, seperti Sroto Ayam Kampung tanpa Kelapa Muda. Harganya pun lebih terjangkau. 😉 Eeits, selain Srotonya yang menarik, minumannya juga unik lho. Nama minumannya bikin penasaran yang memesan. 😃


Jalan-jalan ke Purbalingga, jangan lupa nyobain Sroto Klamud Toyareja ya!
Soto, Saoto, Sroto, Sauto, Coto, cukup beragam nama dari satu kuliner khas Indonesia yang satu ini. Soto ini seperti sup, hanya saja komposisinya berbeda, pun dengan kuahnya: ada yang bening, ada juga yang santan. 

Dari beragam nama, yang membedakan biasanya isi dari seporsi Soto. Mulai dari daging, sampai pada bumbu rempah-rempah yang kadang terasa banget.

Sroto yang mau aku bagikan di sini yaitu Sroto Klamud ToyarejaJika Jogjakarta punya Saoto Bathok Mbah Katro yang udah terkenal karena penyajiannya khas dan menarik, Purbalingga punya Sroto Klamud Toyareja yang tak kalah menarik, dan juga unik.


Perjalanan Menuju Sroto Klamud Toyareja
Lalu lintas Purbalingga kini makin ramai. Mungkin karena saat itu akhir pekan. Laju sepeda motor yang kunaiki bersama Raffa, ponakanku, tidak berani menambah kecepatan. Pelan-pelan, sok menikmati keramaian padahal was was juga karena boncengin anak kecil.


Untuk sampai warung Sroto ini sebenarnya cukup mudah. Hanya saja, Sroto Klamud Toyareja lokasinya tidak dekat dengan jalan raya. Dari jalan raya utama, masuk gang kira-kira lima menit jika menggunakan sepeda motor. Emmm...800 meter, mungkin.

Pas banget kami menggunakan sepeda motor karena tempat parkirnya belum begitu luas. Pun dengan warung Srotonya.

Seporsi Sroto Klamud Toyareja
Sroto Klamud Toyareja penyajiannya langsung dengan batok kelapa yang masih segar lengkap dengan serabutnya.

Kelapa muda tidak hanya menjadi minuman, melainkan menjadi tempat atau wadah seporsi Sroto Klamud Toyareja. Ini yang punya ide pinter ya. Mengurangi tenaga buat cuci mangkuk.


Satu porsi Sroto Klamud terdiri dari ketupat, irisan daging ayam atau sapi (by request), seledri, daun bawang, kecambah, kerupuk dan ditambah taburan kacang tanah yang sudah dihaluskan untuk menambah rasa gurih. Sedaaap.

Yang unik dari Sroto Klamud nih, selain ada irisan daging ayam atau sapi, ada juga irisan daging kelapa muda sebagai pengganti mie. Kebayang uniknya daging kelapa muda yang masuk ke dalam porsi Sroto, kan?

Sroto dengan campuran daging kelapa muda yang sudah direbus ini tidak hanya manis, tapi juga guriiiihhh. Daging kelapa mudanya menambah nikmat santap Sroto ketika dikunyah bebarengan dengan isian Sroto lainnya.


Lokasi Sroto Klamud Toyareja
Dari pusat kota tidak begitu jauh, kira-kira sepuluh menit. Langsung saja menuju Jl. Toyareja Rt 05 Rw 01, Purbalingga. 

Start dari arah kota ambil ke arah bancar,. Kemudian, dari lampu merah kedua pilih arah kiri. Setelahnya, masuk dan terus jalan sampai menjumpai pertigaan. Nah, dari pertigaan ini ambil arah kiri. Sroto Klamud Toyareja ada di kanan jalan.


Kalau kamu bingung, manfaatkan Google Maps, ya. Sroto Klamud Toyareja dapat dicari melalui google maps.

Harga dan Menu Lain
Harga seporsi Sroto Klamud Toyareja sebanding dengan Komposisi, dan inovasinya, yaitu Rp 18.000/porsi. 

Di sini tersedia menu Sroto lain, seperti Sroto Ayam Kampung tanpa Kelapa Muda. Harganya pun lebih terjangkau. 😉 Eeits, selain Srotonya yang menarik, minumannya juga unik lho. Nama minumannya bikin penasaran yang memesan. 😃


Jalan-jalan ke Purbalingga, jangan lupa nyobain Sroto Klamud Toyareja ya!
/>

Niat Kulineran? Jangan Lupa Bawa Smartphone


Nggak sedikit dari teman-temanku yang mengklaim aku jago masak. Alasan mereka simple, hanya dengan melihat jemariku yang “gendut”, karena mitosnya orang yang jemarinya seksi itu pinter masak. Padahal faktanya jemari bisa sampai lentik gini karena aku doyan makan. Dan kalau sudah pingin makan atau kulineran tuh susah banget dibendung. Udah kayak ibu hamil aja, yang kalu pingin apa-apa harus dituruti. Padahal belum punya suami. Hahh

Yang paling update tuh kemarin waktu ngidam Mie Ongklok, gara-gara lihat foto teman yang sedang menikmati Mie Ongklok. Beuuuhhh, seketika langsung ngecessss (baca;ngiler). Tanpa pikir panjang, besoknya aku langsung cus ke Banjarnegara berburu Mie Ongklok. Padahal Mie Ongklok itu sudah terkenal kuliner khas Wonosobo, ya.

Kenapa harus ke Banjarnegara? Karena aku belum menemukan Mie Ongklok yang lebih enak dari Mie Ongkloknya Pak Tugi!


Sewaktu masih duduk dibangku SMA dulu, aku sering makan di Mie Ongklok Pak Tugi yang terletak di komplek kuliner Jalan Dipayuda Banjarnegara atau tepatnya depan toko Mode Center.

Nah, sekarang Mie Ongklok Pak Tugi ini sudah ada cabangnya di Jalan Semampir. Tempatnya lebih representatif, lebih besar, lebih nyaman, dan jam bukanya pun lebih lamaa. Nggak takut kehabisan dong! Sekali dayung dua tiga pulau terlampaui, eaaaaa, peribahasa itu rasanya cocok bingit untukku saat itu.

Selain berburu Mie Ongkloknya Pak Tugi aku juga berniat reuni dengan beberapa bala nemo teman SMA dulu, nostalgia gitu. Banyak kenangan di kota itu. Maklum ya, tumbuh kembangku di Banjarnegara. Hahaha 

Nah, kalau sudah niat mau jalan-jalan dan kulineran, aku pastiin baterai smartphone full. kenapa? Karena HARUS ada sesi foto-foto. Sebagai Blogger, kuliner tanpa foto-foto itu hambar. Jiwa Bloggernya seperti tak bernyawa. Secara, foto-foto kuliner itu berbicara, selalu ada cerita. Apalagi kuliner Nusantara Mie Ongklok.


Makanya, pas mie ongklok sudah datang, aku langsung mengambil smartphone yang ada di dalam tas, smartphone andalan yang selalu kupakai buat wisata. Adalah Asus ZenFone 5.

Dari total 18 mode, aku cukup memakai mode auto kalau untuk jepret kuliner. Nggak usah ribet-ribet, tinggal jepret langsung jadi. Tanpa perlu mengatur pencahayaan dan lain-lain, karena di smartphone Asus ZenFone sendiri sudah mengusung teknologi yang bernama ASUS PixelMaster Camera.


Apaan si tekhnologi PixelMaster itu? Ini teknologi milik ASUS yang menggabungkan Software, hardware dan desain optik. Ketiga itu adalah unsur yang disatukan untuk menghasilkan hasil foto yang luar biasa berkualitas.

Ini ceritaku tentang jepret kuliner Mie Ongklok dan ASUS Zenfoneku.

Dengan adanya smartphone ASUS Zenfone aku makin rajin jepret-jepret pas kuliner. Kalau kata teman-teman, aku niat banget kulineran. Dan mereka nggak salah karena semenjak menjadi Blogger di sini, dan mainan Instagram Ceris Wisata aku makin demen jepret kuliner untuj bahan posting blog ini dan juga membagikannya di akun social media @CerisWisata.

Kamu suka jepret kuliner juga? Sini, sharing kuliner. Biar aku makin doyan makan dan niat kulineran. :D

Artikel ini diikutsertakan pada Blogging Competition Jepret Kuliner Nusantara dengan Smartphone yang diselenggarakan oleh Gandjel Rel

Nggak sedikit dari teman-temanku yang mengklaim aku jago masak. Alasan mereka simple, hanya dengan melihat jemariku yang “gendut”, karena mitosnya orang yang jemarinya seksi itu pinter masak. Padahal faktanya jemari bisa sampai lentik gini karena aku doyan makan. Dan kalau sudah pingin makan atau kulineran tuh susah banget dibendung. Udah kayak ibu hamil aja, yang kalu pingin apa-apa harus dituruti. Padahal belum punya suami. Hahh

Yang paling update tuh kemarin waktu ngidam Mie Ongklok, gara-gara lihat foto teman yang sedang menikmati Mie Ongklok. Beuuuhhh, seketika langsung ngecessss (baca;ngiler). Tanpa pikir panjang, besoknya aku langsung cus ke Banjarnegara berburu Mie Ongklok. Padahal Mie Ongklok itu sudah terkenal kuliner khas Wonosobo, ya.

Kenapa harus ke Banjarnegara? Karena aku belum menemukan Mie Ongklok yang lebih enak dari Mie Ongkloknya Pak Tugi!


Sewaktu masih duduk dibangku SMA dulu, aku sering makan di Mie Ongklok Pak Tugi yang terletak di komplek kuliner Jalan Dipayuda Banjarnegara atau tepatnya depan toko Mode Center.

Nah, sekarang Mie Ongklok Pak Tugi ini sudah ada cabangnya di Jalan Semampir. Tempatnya lebih representatif, lebih besar, lebih nyaman, dan jam bukanya pun lebih lamaa. Nggak takut kehabisan dong! Sekali dayung dua tiga pulau terlampaui, eaaaaa, peribahasa itu rasanya cocok bingit untukku saat itu.

Selain berburu Mie Ongkloknya Pak Tugi aku juga berniat reuni dengan beberapa bala nemo teman SMA dulu, nostalgia gitu. Banyak kenangan di kota itu. Maklum ya, tumbuh kembangku di Banjarnegara. Hahaha 

Nah, kalau sudah niat mau jalan-jalan dan kulineran, aku pastiin baterai smartphone full. kenapa? Karena HARUS ada sesi foto-foto. Sebagai Blogger, kuliner tanpa foto-foto itu hambar. Jiwa Bloggernya seperti tak bernyawa. Secara, foto-foto kuliner itu berbicara, selalu ada cerita. Apalagi kuliner Nusantara Mie Ongklok.


Makanya, pas mie ongklok sudah datang, aku langsung mengambil smartphone yang ada di dalam tas, smartphone andalan yang selalu kupakai buat wisata. Adalah Asus ZenFone 5.

Dari total 18 mode, aku cukup memakai mode auto kalau untuk jepret kuliner. Nggak usah ribet-ribet, tinggal jepret langsung jadi. Tanpa perlu mengatur pencahayaan dan lain-lain, karena di smartphone Asus ZenFone sendiri sudah mengusung teknologi yang bernama ASUS PixelMaster Camera.


Apaan si tekhnologi PixelMaster itu? Ini teknologi milik ASUS yang menggabungkan Software, hardware dan desain optik. Ketiga itu adalah unsur yang disatukan untuk menghasilkan hasil foto yang luar biasa berkualitas.

Ini ceritaku tentang jepret kuliner Mie Ongklok dan ASUS Zenfoneku.

Dengan adanya smartphone ASUS Zenfone aku makin rajin jepret-jepret pas kuliner. Kalau kata teman-teman, aku niat banget kulineran. Dan mereka nggak salah karena semenjak menjadi Blogger di sini, dan mainan Instagram Ceris Wisata aku makin demen jepret kuliner untuj bahan posting blog ini dan juga membagikannya di akun social media @CerisWisata.

Kamu suka jepret kuliner juga? Sini, sharing kuliner. Biar aku makin doyan makan dan niat kulineran. :D

Artikel ini diikutsertakan pada Blogging Competition Jepret Kuliner Nusantara dengan Smartphone yang diselenggarakan oleh Gandjel Rel
/>

OWABONG, Objek Wisata Air Bojongsari, Purbalingga

Objek Wisata Air Bojongsari atau yang biasa dikenal dengan OWABONG, merupakan objek wisata air yang terletak di Kota Purbalingga Jawa Tengah. Jika ditempuh menggunakan kendaraan bermotor dari pusat Kota Purbalingga, membutuhkan waktu kurang dari 30 menit saja. Cukup dekat kan? 


Objek wisata air milik Pemerintah Daerah Purbalingga ini berdiri di atas tanah seluas 4 hektar lebih. Di tanah seluas itu, kebayang gak sih isinya apa saja?

Yuk, intip ada apa saja di Owabong. *berasatourguide* 


 

Begitu memasuki Owabong, kalian akan disambut dengan air mancur pinguin. Bukan pinguin asli si, melainkan patung tapi lucuu. 

Owabong ini terbagi menjadi dua kawasan, yaitu kawasan atas dan bawah. Di kawasan atas, kalian akan menjumpai berbagai macam kolam, salah satunya adalah kolam sesat. 

Kenapa dinamakan kolam sesat? Entahlah, padahal kolam itu gak bikin orang nyasar. Hahha. Selain untuk berenang, di area kolam sesat ini juga terdapat wahana permainan waterball. Itu loh, yang kita masuk ke dalam bola raksasa trus di gelundungin ke air. Pusiing kalau aku maah.


The Pinguins. . .

Waterball...

Selain kolam sesat, ada juga kolam bebas tsunami, kolam renang olympic dengan standar internasional, kolam pesta air, kolam permainan, ember tumpah, dan buat yang suka MAGER ada tuh kolam arus/lazy river. Kalian tinggal duduk manis diatas ban mengikuti arus air sejauh 200 meter. Tapi tetep harus hati-hati ya gaes walaupun tinggal duduk manis, santai. 



Nah, bagi pengunjung yang belum bisa berenang tidak usah bingung atau takut karena di Owabong ini ada banyak yang menyewakan ban atau perahu kecil untuk bermain di kolam. Waterpark tanpa waterboom bagaikan langit tanpa bintang kan yaa? Iya dooong. 


Di Owabong juga terdapat waterboom dengan tinggi sekitar 40 kaki. Nggak sah banget kalau main kesiini tapi nggak nyobain waterboomnyaaaa. Aman koq, karena di setiap tingkatan ada penjaga yang dengan senang hati mendorong menjaga dan memberikan intruksi saat kita akan meluncur kebawah. Pliiss cobain waterboomnya kalau kalian kesini, jangan jadi penakut. *padahal akunya juga teriak2 heboh pas nyobain*

kolam olympic


Waterboom...



Nah, sekarang kalian menuju kawasan  bawah, yaitu area Leleson atau area kolam terapi. 

Di area ini terdapat kolam air hangat, kolam air hangat khusus wanita, kolam terapi ikan, dan juga ada ruangan untuk pijat manual. Beeuhhh, badan kalian benar-benar dimanjakan kalau disini.

Selain wahana permainan air di Owabong juga terdapat wahana permainan lain yang patut kalian coba seperti Flying fox, 4D Theatre, dan Gokart.

Owabong ini dilengkapi dengan fasilitas yang memadai seperti musholla, toilet dan ruang ganti yang tidak sedikit, rest area, resto, dan juga ada warung-warung makanan. 

Warung-warung makanan kecil disini tergolong unik karena warungnya tinggi dan sebagai pembeli hanya bisa memesan makanan dari bawah.




Area Gokart


Pada jalur keluar, kalian akan menemui beberapa sangkar burung berjejer rapi. Bukan sangkar burung kosong yaa, tapi ada isinya. Kalian juga akan melewati pasar kecil yang menawarkan aneka makanan-makanan khas dan juga pernak-pernik khas Owabong seperti kaos dan gantungan kunci. 

 
Pasar kecil....
Selain waterpark, Owabong juga menyediakan cottage bagi pengunjung yang ingin menginap. Tersedia Family room, junior room dan juga VIP room. Duhhhhh, jadi makin pingin nginep di Owabong Cottage nih. *kodekeras.

Baca juga Me Time di Owabong.


Alamat : Jl. Raya Owabong No.1 Bojongsari Purbalingga
HTM: Senin-Jumat : Rp 18.000, Sabtu-Minggu/tanggalmerah: Rp 25.000

Objek Wisata Air Bojongsari atau yang biasa dikenal dengan OWABONG, merupakan objek wisata air yang terletak di Kota Purbalingga Jawa Tengah. Jika ditempuh menggunakan kendaraan bermotor dari pusat Kota Purbalingga, membutuhkan waktu kurang dari 30 menit saja. Cukup dekat kan? 


Objek wisata air milik Pemerintah Daerah Purbalingga ini berdiri di atas tanah seluas 4 hektar lebih. Di tanah seluas itu, kebayang gak sih isinya apa saja?

Yuk, intip ada apa saja di Owabong. *berasatourguide* 


 

Begitu memasuki Owabong, kalian akan disambut dengan air mancur pinguin. Bukan pinguin asli si, melainkan patung tapi lucuu. 

Owabong ini terbagi menjadi dua kawasan, yaitu kawasan atas dan bawah. Di kawasan atas, kalian akan menjumpai berbagai macam kolam, salah satunya adalah kolam sesat. 

Kenapa dinamakan kolam sesat? Entahlah, padahal kolam itu gak bikin orang nyasar. Hahha. Selain untuk berenang, di area kolam sesat ini juga terdapat wahana permainan waterball. Itu loh, yang kita masuk ke dalam bola raksasa trus di gelundungin ke air. Pusiing kalau aku maah.


The Pinguins. . .

Waterball...

Selain kolam sesat, ada juga kolam bebas tsunami, kolam renang olympic dengan standar internasional, kolam pesta air, kolam permainan, ember tumpah, dan buat yang suka MAGER ada tuh kolam arus/lazy river. Kalian tinggal duduk manis diatas ban mengikuti arus air sejauh 200 meter. Tapi tetep harus hati-hati ya gaes walaupun tinggal duduk manis, santai. 



Nah, bagi pengunjung yang belum bisa berenang tidak usah bingung atau takut karena di Owabong ini ada banyak yang menyewakan ban atau perahu kecil untuk bermain di kolam. Waterpark tanpa waterboom bagaikan langit tanpa bintang kan yaa? Iya dooong. 


Di Owabong juga terdapat waterboom dengan tinggi sekitar 40 kaki. Nggak sah banget kalau main kesiini tapi nggak nyobain waterboomnyaaaa. Aman koq, karena di setiap tingkatan ada penjaga yang dengan senang hati mendorong menjaga dan memberikan intruksi saat kita akan meluncur kebawah. Pliiss cobain waterboomnya kalau kalian kesini, jangan jadi penakut. *padahal akunya juga teriak2 heboh pas nyobain*

kolam olympic


Waterboom...



Nah, sekarang kalian menuju kawasan  bawah, yaitu area Leleson atau area kolam terapi. 

Di area ini terdapat kolam air hangat, kolam air hangat khusus wanita, kolam terapi ikan, dan juga ada ruangan untuk pijat manual. Beeuhhh, badan kalian benar-benar dimanjakan kalau disini.

Selain wahana permainan air di Owabong juga terdapat wahana permainan lain yang patut kalian coba seperti Flying fox, 4D Theatre, dan Gokart.

Owabong ini dilengkapi dengan fasilitas yang memadai seperti musholla, toilet dan ruang ganti yang tidak sedikit, rest area, resto, dan juga ada warung-warung makanan. 

Warung-warung makanan kecil disini tergolong unik karena warungnya tinggi dan sebagai pembeli hanya bisa memesan makanan dari bawah.




Area Gokart


Pada jalur keluar, kalian akan menemui beberapa sangkar burung berjejer rapi. Bukan sangkar burung kosong yaa, tapi ada isinya. Kalian juga akan melewati pasar kecil yang menawarkan aneka makanan-makanan khas dan juga pernak-pernik khas Owabong seperti kaos dan gantungan kunci. 

 
Pasar kecil....
Selain waterpark, Owabong juga menyediakan cottage bagi pengunjung yang ingin menginap. Tersedia Family room, junior room dan juga VIP room. Duhhhhh, jadi makin pingin nginep di Owabong Cottage nih. *kodekeras.

Baca juga Me Time di Owabong.


Alamat : Jl. Raya Owabong No.1 Bojongsari Purbalingga
HTM: Senin-Jumat : Rp 18.000, Sabtu-Minggu/tanggalmerah: Rp 25.000

/>

KONGRES GUNUNG SLAMET I : Gunung Adalah Rahmat Dari Tuhan Yang Wajib Kita Cintai

Pada Rabu, 14 Desember 2016, untuk pertama kalinya Pemerintah Kabupaten Purbalingga mengadakan Kongres Gunung Slamet yang bertempat di lapangan Kutabawa, Kecamatan Karangreja, Kabupaten Purbalingga. 

Kongres Gunung ini merupakan salah satu rangkaian acara yang diadakan oleh Pemerintah Kabupaten Purbalingga dalam rangka memperingati hari jadinya yang ke 186, yang jatuh pada 18 Desember 2016 kemarin. 

Selain masyarakat sekitar, Kongres Gunung ini dihadiri oleh berbagai komunitas seperti akademisi, pecinta alam, BPBD (Badan Penanggulangan Bencana Daerah), Blogger, dan lain sebagainya.


Dengan mengusung tema “Masa Depan Gunung Dalam Pengelolaan Gunung Sebagai Ancaman Dan Sumber Kemakmuran Manusia”, Kongres Gunung ini diharap memberikan kesadaran bagi masyarakat akan pentingnya menjaga dan mengelola gunung dengan baik.

Pakar Geologi Prof. Dr. Ir. Sutikno Bronto, menjadi salah satu pembicara. Beliau memaparkan tentang Pengertian Gunung Api, Slamet & Purbalingga, Sumber Daya Gunung Slamet, dan Potensi Bahaya & Mitigasi Bencana.

Selain beliau, Budayawan Ahmad Tohari juga menjadi pembicara dalam acara kongres gunung ini. Dalam makalahnya “Jangan lupa berterima kasih kepada gunung”, beliau menghimbau agar kita sebagai makhluk yang beradab merubah sikap negatif kita terhadap gunung, seperti tidak peduli bahkan merusak, menjadi menghargai dan memelihara sebagai bukti rasa terima kasih kita kepada gunung, karena gunung memebri banyak sekali manfaat, kemakmuran bagi kita. Tuh ya, terima kasih sama gunung, guys. Etapi jangan Cuma ngucap “terima kasih ya gunuuung..” dowang yaa, tapi buktinya itu lebih penting. :D 

Budayawan Ahmad Tohari & Prof. Dr. Sutikno Bronto
Dalam rangakaian acara Kongres Gunung ini terselip satu acara yang membuat saya takjub. Yaitu Bersih Gunung. Kebayang gak bersihin Gunung setinggi 3428 meter? Jangan dibayangin pliiiss.. 🙈🙈

Awalnya, Bersih Gunung ini diperkirakan akan diikuti oleh sekitar 1500 peserta, namun ternyata Bersih Gunung ini diikuti oleh 2229 peserta. Itu gimana ngitungnya? #puyeng

Bersih Gunung ini dilakukan pada jalur pendakian gunung slamet via bambangan. Dengan membawa kantong sampah plastik para peserta Bersih Gunung ini mulai memungut satu persatu sampah yang mereka jumpai. Selain bersih Gunung, penanaman pohon juga menjadi salah satu rangkaian acara Kongres Gunung hari itu. Penanaman dimulai dari jalur pendakian Gunung Slamet via Bambangan sampai ke jalur pendakian di batas vetegasi Perhutani.



Gunung memberikan begitu banyak manfaat bagi kita. Begitu melimpah sumber daya yang ada didalamnya yang dapat terus kita nikmati. Sumber daya lingkungan, sumber daya mineral dan sumber daya energi. Jadi, mari kita terus jaga gunung kita dengan tidak menyakitinya dan merusaknya. Gunung adalah rahmat dari Tuhan yang wajib kita cintai.
Pada Rabu, 14 Desember 2016, untuk pertama kalinya Pemerintah Kabupaten Purbalingga mengadakan Kongres Gunung Slamet yang bertempat di lapangan Kutabawa, Kecamatan Karangreja, Kabupaten Purbalingga. 

Kongres Gunung ini merupakan salah satu rangkaian acara yang diadakan oleh Pemerintah Kabupaten Purbalingga dalam rangka memperingati hari jadinya yang ke 186, yang jatuh pada 18 Desember 2016 kemarin. 

Selain masyarakat sekitar, Kongres Gunung ini dihadiri oleh berbagai komunitas seperti akademisi, pecinta alam, BPBD (Badan Penanggulangan Bencana Daerah), Blogger, dan lain sebagainya.


Dengan mengusung tema “Masa Depan Gunung Dalam Pengelolaan Gunung Sebagai Ancaman Dan Sumber Kemakmuran Manusia”, Kongres Gunung ini diharap memberikan kesadaran bagi masyarakat akan pentingnya menjaga dan mengelola gunung dengan baik.

Pakar Geologi Prof. Dr. Ir. Sutikno Bronto, menjadi salah satu pembicara. Beliau memaparkan tentang Pengertian Gunung Api, Slamet & Purbalingga, Sumber Daya Gunung Slamet, dan Potensi Bahaya & Mitigasi Bencana.

Selain beliau, Budayawan Ahmad Tohari juga menjadi pembicara dalam acara kongres gunung ini. Dalam makalahnya “Jangan lupa berterima kasih kepada gunung”, beliau menghimbau agar kita sebagai makhluk yang beradab merubah sikap negatif kita terhadap gunung, seperti tidak peduli bahkan merusak, menjadi menghargai dan memelihara sebagai bukti rasa terima kasih kita kepada gunung, karena gunung memebri banyak sekali manfaat, kemakmuran bagi kita. Tuh ya, terima kasih sama gunung, guys. Etapi jangan Cuma ngucap “terima kasih ya gunuuung..” dowang yaa, tapi buktinya itu lebih penting. :D 

Budayawan Ahmad Tohari & Prof. Dr. Sutikno Bronto
Dalam rangakaian acara Kongres Gunung ini terselip satu acara yang membuat saya takjub. Yaitu Bersih Gunung. Kebayang gak bersihin Gunung setinggi 3428 meter? Jangan dibayangin pliiiss.. 🙈🙈

Awalnya, Bersih Gunung ini diperkirakan akan diikuti oleh sekitar 1500 peserta, namun ternyata Bersih Gunung ini diikuti oleh 2229 peserta. Itu gimana ngitungnya? #puyeng

Bersih Gunung ini dilakukan pada jalur pendakian gunung slamet via bambangan. Dengan membawa kantong sampah plastik para peserta Bersih Gunung ini mulai memungut satu persatu sampah yang mereka jumpai. Selain bersih Gunung, penanaman pohon juga menjadi salah satu rangkaian acara Kongres Gunung hari itu. Penanaman dimulai dari jalur pendakian Gunung Slamet via Bambangan sampai ke jalur pendakian di batas vetegasi Perhutani.



Gunung memberikan begitu banyak manfaat bagi kita. Begitu melimpah sumber daya yang ada didalamnya yang dapat terus kita nikmati. Sumber daya lingkungan, sumber daya mineral dan sumber daya energi. Jadi, mari kita terus jaga gunung kita dengan tidak menyakitinya dan merusaknya. Gunung adalah rahmat dari Tuhan yang wajib kita cintai.
/>

Related Posts Plugin for WordPress, Blogger...

FOLLOW US ON INSTAGRAM